Gagal CPNS, Tukang Kebun Goyang BKD !

Paliyan, (sorotgunungkidul.com)–Sebanyak 5 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bekerja sebagai tukang kebun merangkap penjaga Sekolah Dasar (SD) swasta di Kabupaten Gunungkidul mengadukan beberapa instansi gara-gara gagal diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 silam.

Rahardi, Taryono, Supargiyono, Malikun Kusna, dan Ngadiran yang kesemuanya pegawai honorer K-1mengadukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gunungkidul dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional I Jateng-DIY ke Lembaga Ombudsman (LO) DIY karena tidak mendapatkan SK pengangkatan CPNS seperti halnya 12 orang PTT lainnya.

“Kami ingin hak yang sama dengan yang lain. Ada 12 PTT yang diangkat CPNS, sama-sama dari sekolah swasta. Mengapa mereka diangkat sedangkan kami tidak?” tanya Rahardi, penjaga SD Muhammadiyah Grogol, Paliyan, Rabu (13/01/2016).

Rahardi memaparkan, pengaduan ke LO DIY tersebut diajukan oleh 5 orang PTT sejak 10 November 2014 lalu. LO menindaklanjuti pengaduan dengan klarifikasi ke semua pihak, melakukan investigasi, koordinasi, mediasi, telaah hukum dan pencermatan hingga akhirnya menyimpulkan hasil kerja beserta mengeluarkan rekomendasi tertanggal 7 Oktober 2015.

“Dalam rekomendasi malah ada indikasi bahwa 12 rekan yang mendapat SK CPNS tidak memenuhi syarat yang ada dalam aturan. Sementara untuk nasib kami malah tidak jelas,” imbuh dia.

Dalam rekomendasi LO disebutkan, BKN Regional I Jateng DIY dan BKD Gunungkidul agar melakukan audit kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku terhadap ke- 2 orang yang terindikasi tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007. (vian)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *