Dituduh Merusak Cagar Budaya, Pemilik Hotel A Di Malioboro Merasa Dijebak

Ujang Hasanudin |  Kamis, 25/06/2015

Foto ilustrasi Solopos/Ardiansyah Indra Kumala

Bisnis.com, JOGJA-Eko Bimantoro, selaku pemilik Hotel Amaris Malioboro, merasa dijebak dalam kasus perusakan bangunan cagar budaya (BWB) dalam pembangunan hotel di Jalan Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Jogja.

Ia mengklaim tidak ada prosedur perijinan yang dilanggarnya dalam proses perijinan pembangunan hotel. “Semua perijinan lengkap sesuai prosedur,” kata Eko seusai memenuhi panggilan Lembaga Ombudsman DIY, Rabu (24/6/2015).

Eko mengungkapkan, dirinya membeli lahan seluas sekitar 1.065 pada 2012 lalu. Lahan itu memang ada bangunannya yang ditempati warga. Namun, tidak ada yang mengetahui ada salah satu bangunan yang masuk BWB. Eko pun mulai melakukan pembongkaran lokasi bakal hotel melalui kontraktor pada Desember 2013.

Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) terbit pada Maret 2014. Eko mengaku mengetahui salah satu BWB setelah mendapat surat rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kota Jogja pada Desember 2014. Eko mengaku bingung dengan rekomendasi tersebut.

Eko berpendapat, ketika sudah mendapat IMB maka pihak hotel seharusnya tidak mempunyai persoalan terkait prosedur pembangunan. Lagi pula, sambung Eko, dalam rentang setahun pembongkaran dan pembangunan hotel satu tahun, Pemkot Jogja tidak ada yang mengingatkan keberadaan BWB.

“Ini ada apa? saya kok merasa dijebak,” katanya, heran. Namun, Eko enggan berspekulasi siapa yang menjebaknya dalam persoalan perusakan cagar budaya tersebut.

Pria asli kelahiran Jogja ini pun menyatakan pembangunan Hotel Amaris Malioboro akan tetap berlanjut karena merasa sudah memiliki izin. Namun ia juga akan mentaati rekomendasi Pemkot Jogja untuk membangun kembali bangunan warisan budaya tepat di depan hotel.

Eko juga mengklarifikasi bahwa Chang Wendriyanto yang disebut-sebut ikut membantu dalam proses perijinan, diakui Eko, hanya membantu dalam proses sosialisasi karena Chang merupakan warga asli Pajegsan. Chang Wendriyanto merupakan anggota DPRD DIY.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *