Disbud Siap Perkarakan Perusakan BCB SMA “17”1

JOGJA – Dinas Kebudayaan DIY siap memperkarakan ke jalur hukum jika pembongkaran gedung SMA “17”1 yang termasuk sebagai Benda Cagar Budaya terus dilakukan.

Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY Nursatwika  mengungkapkan Dinas Kebudayaan langsung melakukan pengecekan lapangan setelah menerima surat pemberitahuan pembongkaran yang dilakukan. Pihaknya melakukan pendataan bagian BCB yang sudah dirusak dan yang belum.

Setelah pendataan yang dilakukan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait termasuk pembongkar bangunan. Nur menegaskan sudah ada kesepakatan penghentian pembongkaran BCB di SMA “17”1.Siapapun pihak yang memenangkan sengketa ke dapan juga harus menjaga BCB yang ada. Dinas Kebudayaan disebutnya tidak akan segan memperkarakan jika nantinya ada pembongkaran sedikitpun di BCB SMA “17”1 tanpa adanya rekomendasi dari Dinas Kebudayaan.

“Sudah kami potret ada data dan sudah ada kesepakatan. Kalau nanti ada lagi pembongkaran sehingga BCB tidak sesuai data, akan kami perkarakan ke jalur hukum dan meminta mengembalikan yang dirobohkan,” ucap dia saat ditemui di kantornya, Kamis (16/5).

Berdasarkan hasil pendataan memang diketahui beberapa bagian BCB seperti atap sudah diturunkan. Meskipun belum banyak bagian BCB dirusak Nur tetap menyayangkan karena kayu dan genteng tersebut termasuk benda bersejarah. Ia menilai pembongkaran BCB yang sudah dilakukan merupakan pelanggaran Undang-undang. “Itu pelanggaran. Pembongkaran BCB harus lapor dan ada mekanisme perizinan seperti uji laboratorium, tidak asal bongkar,” tegas dia.

Meskipun begitu, menyatakan hingga kini belum ada kepastian sanksi bagi pelanggar. Dinas Kebudayaan disebutnya sedang membicarakan dengan pihak-pihak terkait mengenai sanksi tersebut. Saat ini menjadi fokus Dinas Kebudayaan yaitu mencari bagian BCB yang sudah dicopoti dan dirobohkan.

“Kami baru cari tahu dimana keberadaan atap dan kayu-kayu bangunan yang sempat diturunkan. Itu harus dikembalikan,” tegas dia.

Ketua Dewan Kebudayaan Jogja Achmad Charis Zubair mengaku prihatin dengan pembongkaran BCB bernilai sejarah sangat tinggi itu. Seharusnya, kata Charis, pembongkaran harus mendapatakan izin dari institusi berwenang. Hingga kini, izin pembongkaran belum pernah diberikan. “Semuanya harus berizin. Kalau tidak ada izin, itu namanya melecehkan instansi berwenang,” kritik Charis.

Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan, Pemkot Jogja mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait sengketa internal Yayasan Pengembangan Pendidikan “17” Jogja yang menjurus pada perobohan gedung sekolah tersebut. “Pendidikan harus dilindungi, tetapi selesaikan dulu sengketanya. Kerusakan itu akibat sengketa. Itu ranah criminal apalagi itu bangunan cagar budaya,” kata dia. (Abdul Hamied Razak) eva@harianjogja.com

Sumber: Harian Jogja, Jumat 17 Mei 2013 Halaman 12

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *