Dirikan Posko di Empat Kabupaten

KETUA LOD DIY Periode II, Moh Hasyim, berujar, terdapat kasus lain yang masuk empat besar pelaporan terbanyak selain bidang pendidikan. Kasus tersebut adalah bidang pertanahan (60 laporan atau 14,81 persen), bidang kesejahteraan sosial (50 laporan atau 12,35 persen), dan bidang perizinan (40 laporan atau 9,88 persen).

“Yang disampaikan secara langsung kepada kami sebanyak 344 laporan atau 84,94 persen, melalui surat sebanyak 18 laporan atau 4,44 persen, via e-mail sebanyak lima laporan atau 1,23 persen, via faximile sebanyak tiga laporan atau 0,74 persen, dan lewat konsultasi sebanyak 35 laporan atau 8,64 persen,” terangnya, Selasa (27/12), di Kantor LOD DIY, Bumijo, Yogyakarta.

Dari total 405 laporan yang masuk, paling banyak disampaikan pada periode Januari-Desember 2009, yakni sebanyak 130 laporan atau 27,64 persen. Kemudian pada periode Januari-Desember 2011 masuk sebanyak 120 laporan atau 22,52 persen, sedangkan pada periode Januari-Desember 2010 masuk sebanyak 119 laporan atau 20,33 persen.

“Guna menampung aduan warga di seluruh DIY, kami telah membuka posko di Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Sleman. Kami juga membuka kotak aduan di Kantor Samsat Pusat Sleman dan Samsat Pembantu Maguwoharjo, kompleks Pemerintahan Kabupaten Kulonprogo dan Kantor Pertanahan Kulonprogo, serta di Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Gunungkidul dan Kantor LPSE Gunungkidul,” jelas Hasyim.

Pada periode I LOD DIY, terdapat 441 laporan, dengan 332 berupa pengaduan dan sisanya konsultasi. Meski jumlah total laporan lebih banyak periode I, periode II memiliki jumlah pengaduan lebih banyak atau secara persentase meningkat 14,95 persen. (igy)

Sumber: Tribun Jogja Rabu, 28 Desember 2011 Halaman 11 Kolom 3

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *