Developer Majestic Land Yogya Bawa Kabur Ratusan Miliar

Yogyakarta – Pemilik kantor developer Majestic Land, Wisnu Tri Anggoro, tidak menepati janji kepada ratusan pembeli produknya dan menghilang dari kantornya di gedung Wisma Hartono, Jalan Jendral Sudirman, Yogyakarta, menurut pengakuan para pembeli.

Karena merasa telah ditipu oleh pengusaha properti tersebut, puluhan pembeli yang mengaku korbannya mendatangi kantor Majestic Land, Kamis (4/2), namun kantor tersebut telah disegel pemilik gedung sejak November tahun lalu.

Menurut kuasa hukum para investor, Mohammad Ilyas, mereka menuntut pertanggung-jawaban developer tersebut atas penipuan dan penggelapan uang investasi apartemen, condotel, dan perumahan di sejumlah daerah di DIY.

“Kami akan mencari dulu Wisnu Tri Anggoro, dan meminta pengembalian semua uang klien kami hingga satu bulan ke depan. Jika tidak, perkara ini kami teruskan ke pihak kepolisian,” katanya.

Selain sembilan orang yang secara bersamaan mendapatkan pendampingan hukum dari Mohammad Ilyas, diperkirakan masih ada ratusan orang lain yang dirugikan oleh pihak Majestic Land.

Ilyas menambahkan, total uang yang digelapkan mencapai ratusan miliar dari ratusan konsumen yang sudah membayar lunas.

“Satu unit ruang di apartemen dijual Rp 400-850 juta, dan semua kamar sudah terjual,” katanya.

Diketahui, Majestic Land memiliki lima proyek properti di DIY. Villa Wisata Kampung Jogja di Desa Krebet, Pajangan, Bantul, Apartemen M Icon di Jalan Kaliurang Sleman, Best Western Majestic Condotel di Jalan Laskda Adistujipto, Majestic Banguntapan Residence di Tembi Bantul, dan Apartemen Majestic Grand Bale di Timoho, Yogyakarta.

Menurut salah satu korban, dirinya sudah membayar lunas sebesar Rp 600 juta untuk dua unit apartemen M Icon di tahun 2014.

Namun, sampai pertengahan 2015, di lokasi yang dijanjikan, sama sekali tidak tampak pembangunan.

Korban tersebut mengeluhkan bahwa semua nomer kontak dari Majestic Land tidak bisa dihubungi dan kantornya pun telah kosong.

Korban lain bernama Siti Nurhidayah (30) sudah melapor ke kasus penipuan tersebut ke Polda DIY, dengan tuduhan penipuan atas nama Wisnu Tri Anggoro selaku direktur Majestic Land pada tanggal 16 Januari 2016.

Nurhidayah mengaku sudah membayar Rp 60 juta rupiah untuk sebuah unit Villa Wisata Kampung Jogja sejak Agustus 2015.

“Saya investasi 30 persen per unit Villa dan dijanjikan Maret 2016 proyek selesai tapi November 2015 kemarin pembangunan berhenti. Saya mengkonfirmasi ke Majestic, mereka mengatakan untuk tenang karena menjanjikan villa terus dibangun tapi ternyata pembangunan berhenti,” katanya.

Fuska Sani Evani/HA

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *