Buletin LO DIY ed.1 2015

IKON “Jogja Istimewa” – yang sebelumnya dikenal “Jogja Never Ending Asia”, sebagai wilayah destinasi wisatawan dunia, tentu telah dikenal luas. Kuliner, hospitality (keramahan), suasana lingkungan sosial yang bersahaja, kultur dan tradisi, nilai sejarah, maupun pernak pernik lainnya telah mengentalkan Jogja dengan identitasnya sedemikian lekat bagi siapa saja yang datang.

Perlahan namun pasti, kini Jogja berada dalam “cengkeraman” modernitas dan perubahan sosial ekonomi yang begitu cepat melaju, beriringan dengan deru globalisasi. Sudut-sudut Jogja seolah ikut berlomba memoles diri sesuai tuntutan pasar modernitas dan selera globalisasi. Wajah Jogja tidak lagi “kusam” dalam dandanan bersahaja sebagaimana petikan syair lagu di atas, namun mulai terlihat mencolok dengan dandanan “menor” melalui bangunan-bangunan ala posmo, minimalis, dan desain aritokrasi kemewahan yang ditawarkan, berimpitan dengan teriakan kaum kecil yang biasa akrab dengan laju pembangunan Jogja.

Selengkapnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *