Bongkar PKL di Banguntapan

Satpol PP Bantul dinilai arogan

BANGUNTAPAN: Satpol PP Bantul membantah telah bersikap arogan karena membongkar dua pedagang kaki lima (PKL) di timur Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, pada Sabtu (20/2).

Dua kios yang dibongkar itu masing-masing kios rokok milik Sujoko Suwono dan warung makan milik Agus. Keduanya menempati area rumah dinas pejabat provinsi yang sudah tidak ditempati.

“Pembongkaran itu dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang menilai kawasan di sana tidak tertata. Dirasakan kumuh karena ada yang menjebol tembok sebuah instansi pemerintah,” jelas Kandiawan, Kepala Satpol PP Bantul, Sabtu (20/2).

Dari aspek hukum, menurut Kandiawan, kedua PKL telah melanggar peraturan tentang keindahan dan kebersihan wilayah. “Selama ini pedagang berdalih sudah mendapatkan izin dari penjaga malam bangunan itu. Hal itu tentu saja tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Kandiawan.

Sementara, menariknya di belakang dua kios yang dibongkar juga terdapat deretan kios yang berdiri tepat di atas saluran irigasi namun tidak turut dibongkar.

Sementara, di sela-sela upaya pembongkaran, salah seorang PKL Sujoko mengatakan apa yang dilakukan Satpol PP Bantul merupakan tindakan arogan dan termasuk pencurian.

“Kami sudah mendapat izin dari penghuni semenjak 2006. Jika kami dinilai mengganggu ketertiban, mana buktinya. Lagipula kami berjualan di dalam pagar,” jelasnya.

Lebih lanjut Sujoko menilai, apa yang dilakukan Satpol PP merupakan buntut dari laporan dirinya kepada Pemkab, bahwa salah satu toko swalayan di dekatnya tidak memiliki IMB, HO, dan berada di batas jalan.

“Saya akan membawa kasus ini ke kepolisian. Dan kemungkinan pada Senin (22/2), LOD akan memanggil Satpol PP dan saya untuk dimintai keterangan,” pungkas Sujoko.

Sumber: Harian Jogja, Senin 22 Februari 2010

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *