Bikin KTP Masih Lama

Terkendala SDM dan Kemampuan Internet

GUNUNGKIDUL – Efisiensi pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dijanjikan Pemkab Gunungkidul nampaknya masih menjadi isapan jempol.

Pembuatan KTP, masih memakan waktu yang lama. Paling cepat, lima hari baru jadi.

“Paling cepat lima hari mas. Tapi rata-rata pembuatan KTP baru selesai satu minggu setelah permintaan,” ujar salah satu petugas di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul yang enggan menyebutkan namanya ketika Radar Jogja menanyakan lama proses pembuatan KTP tersebut.

Menurut petugas tersebut, kondisi itu harus terjadi, karena kemampuan internet milik Dinas Pendudukan Catatan Sipil terbatas. “Sebanyak 18 kecamatan se-Gunungkidul hanya tertampung di satu server, sehingga kalau dipaksakan akan overload,” sambung dia.

Anggota Komisi A DPRD Gunungkidul Chairul Nazmi Siregar menyatakan akan melakukan pengecekan di lapangan. “Kondisi ini masih berkepanjangan. Kami akan cek ke beberapa kecamatan,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu pihaknya sempat melakukan inspeksi mendadak di sejumlah kecamatan, dan ditemukan beberapa faktor yang menghambat proses pembuatan KTP.

Sampai sejauh ini, tenaga pelayanan KTP dinilai minim, sehingga menjadi salah satu penyebab lamanya pembuatan KTP.

Rata-rata tiap kecamatan hanya ada satu atau dua petugas. Selain itu, kekuatan kecepatan akses internet (bandwidth) juga jauh dari layak. Pasca dikeluarkan Surat Edaran mengenai optimalisasi kinerja PNS dan penggunaan jaringan internet, ia berharap dapat meringankan beban kerja petugas dan mempercepat akses internet.

Dalam surat edaran bernomor: 047/00099 tertanggal 13 Januari 2010 itu, PNS tidak boleh mengakses jaringan facebook sejak pukul 07.30 hingga 14.30 WIB. Salah satu alasan dikeluarkannya Surat Edaran itu, selain optimalisasi kinerja PNS, agar pelayanan pembuatan KTP tidak terhambat.

Sistem komputerisasi yang digunakan dalam pembuatan KTP di Pemkab Gunungkidul, membutuhkan waktu lama karena jaringan internet penuh akibat banyaknya PNS yang mengakses situ facebook. (hsa)

Sumber: Radar Jogja, Jumat 16 April 2010 Halaman 17 Kolom 2

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *