Belum Temukan Tanda Penyimpangan

Pertimbangan Panggil Koperasi dan Dinsos DIJ

JOGJA – Proses pemeriksaan dugaan penyimpangan dana hibah dari Kementrian Sosial (Kemensos) kepada Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (Kube FM) belum juga mendapatkan titik terang. Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) yang turut memanggil pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja belum juga mendapatkan hasil.

Hasil klarifikasi LOD dengan pihak Dinsosnakertrans Kota Jogja yang diwakili Kepala Bidang Bantuan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Tri Hastono, staf Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Haryanto, dan tiga petugas lapangan, tak menemukan tanda-tanda penyimpangan.

“Dari pengakuan mereka, Dinsosnakertrans Kota Jogja baru menangani tahun 2008. Atau setelah satu tahun penyaluran dana pertama Kemensos yang nilainya Rp 60 juta,” kata wakil ketua LOD Jogjakarta Bagus Sarwono kemarin (1/7).

Bagus menjelaskan, dari hasil klarifikasi tersebut, pihaknya juga tak mendapatkan dugaan pengarahan pembentukan koperasi dengan modal dana hibah Kemensos. Pihak Dinsosnakertrans, tak mengakui pihaknya tidak terlibat langsung dalam penyaluran dana bantuan sosial tersebut.

“Dugaan adanya oknum PNS yang mengarahkan kepada anggota Kube FM untuk menghimpun dana bantuan sebagai modal awal koperasi, juga tak ditemukan. Mereka katanya tidak tahu,” imbuhnya.

Bahas Rencana Memanggil Koperasi

Saat pembentukan Koperasi Binus Swasejahtera tahun 2008 silam, dari hasil klarifikasi tersebut, diikuti oleh seluruh anggota Kube FM. Mereka datang dalam rapat tersebut dan hanya disosialisasikan kemungkinan pembentukan koperasi.

“Selain sepengetahuan seluruh anggota Kube FM, pembentukan koperasi juga berdasarkan kesepakatan,” sambungnya.

Berdasarkan penuturan Tri Hastono dalam keterangan berita acara klarifikasi, pembentukan koperasi yang terjadi pada Kube FM di Kota Jogja ini malah mendapat sambutan positif dari pemerintah pusat. Koperasi Bina Usaha (Binus) Swasejahtera malah bakal menjadi percontohan bentuk penyaluran dana hibah dalam lembaga keuangan mikro (LKM).

Klarifikasi awal dari LOD ini pun tak menemukan dugaan penyimpangan penyaluran seperti yang ditudingkan Paguyuban Kube Bersatu Mandiri. Tapi, LOD belum menyerah dalam memeriksa laporan dari sebagian anggota Kube tersebut.

Mereka rencananya bakal mengagendakan kembali pemanggilan kepada Koperasi Binus Swasejahtera. Ini untuk memperjelas dasar pembentukan dengan proses manejemen keuangan yang keluar masuk.

“Sekarang sedang kami rapatkan rencana untuk memanggil koperasi,” katanya.

Termasuk, dengan Dinsosnakertrans DIJ yang juga berperan dalam penyaluran dana Kube FM tahun kedua atau pada 2007 silam, dugaan kuat, dana yang cair tak sesuai dengan anggaran dari Kemensos Rp 60 juta.

“Walaupun ternyata berbeda-beda nilainya. Kami akan mencoba untuk menggali informasi lebih detail,” imbuhnya.

Meski bakal memanggil pihak-pihak terkait, LOD juga merencanakan proses klarifikasi dan mediasi bisa berlangsung bersama. Ini mengingat dugaan penyimpangan saat pemeriksaan awal tak menemukan indikasi.

“Bisa nantinya, kami akan lakukan proses mediasi dan klarifikasi bersama-sama. Pihak Pemkot Jogja siap untuk melakukan hal itu, agar bisa terang,” jelasnya. (eri)

Sumber: Radar Jogja Sabtu. 2 Juli 2011 Halaman 13 Kolom 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *