Beban SPP Tambah

Sekolah Naikkan APBS Lebih 200 Persen

BANTUL, KOMPAS – Bantuan operasional sekolah Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BOS PKPS BBM) justru mendorong sebagian besar sekolah menaikkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) lebih dari 200 persen, sehingga membebani siswa. sayangnya, pengendalian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas alokasi anggaran di sekolah, masih rendah.

Suwandi SIP, anggota Komisi A DPRD Bantul, yang membidangi Pendidikan, Jumat (14/10), mengatakan dari pantauan ke sejumlah SD di Bantul, ditemukan peningkatan APBS melebihi 200 persen. “Bahkan, penemuan kami di SDN Godekan, Kecamatan Srandakan, kenaikan APBS hingga 600 persen,” tuturnya.

Menurut Suwandi, peningkatan APBS di sekolah-sekolah mengakibatkan tingginya beban biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan). Di SMPN 3 Kasihan, Bantul, miaslnya, biaya SPP naik dari Rp 20.000 per bulan, menjadi Rp 27.500 perbulan, justru setelah ada dana BOS.

Akibatnya, dana BOS justru memacu tingginya beban orang tua murid. anggapan ini semakin kuat karena banyak sekolah yang tidak transparan, sekaligus lemah menyosialisasikan kebijakan kenaikan APBS.

Suwandi mengemukakan, ada indikasi kuat kenaikan APBS ini merupakan campur tangan dinas terkait di tingkat kecamatan. Sayangnya, kenaikan ini pada sebagian alokasi kurang logis. Dalam hal ini, DPRD Bantul mendesak Dinas P dan K Bantul membatalkan APBS jika alokasinya mengada-ada.

Di Sleman, Dinas Pendidikan Sleman memperoleh laporan dari masyarakat, ada dua SD yang tetap menarik SPP dengan jumlah yang sama sebelum ada pemberian BOS. “Kedua sekolah ini tetap menarik dana untuk pengembangan sekolah. Padahal, di sekolaha itu ada siswa miskin yang SPP-nya tidak di bebaskan. Ini melanggar petunjuk pelaksanaan BOS,” ujar Arif Haryono SH, Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan Sleman.

Dinas Pendidikan Sleman, tambahanya, kini mengumpulkan revisi Racangan APBS dari tiap sekolah penerima BOS, untuk membandingkan pos penerimaan, dan pengeluaran sebelum dan setelah penerimaan BOS. (ART/ITA)

Sumber: Kompas, Sabtu 15 Oktober 2005

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *