Batal Umrah, Jemaah Abu Tours di Yogya Mengadu ke Ombudsman

Senin 19 Maret 2018, 18:24 WIB
Usman Hadi – detikNews

Yogyakarta – Puluhan jemaah umrah dari PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours & Travel) mendatangi kantor Lembaga Ombudsman DIY (LOD). Kedatangan mereka ini untuk mengklarifikasi dan menanyakan penanganan masalah Abu Tours karena belum diberangkatkan umrah.

“Ini pertemuan kedua kita (dengan jemaah Abu Tours Yogya) pasca klarifikasi yang pertama,” kata Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Pembinaan Usaha Swasta LOD, Fuad kepada wartawan sesuai pertemuan di Kantor LOD, Senin (18/3/2018) sore.

Sesuai menerima aduan jamaah Abu Tours Yogya pada Jumat (2/3), LOD sudah memanggil dan berkoordinasi dengan instalasi terkait. Mulai dari Perwakilan Abu Tours Jawa Tengah, Kanwil Kemenag DIY hingga Polda DIY beberapa waktu lalu.

“Hasil komunikasi kami dengan Kanwil Kemenag DIY menyampaikan bahwa mereka sudah membuat surat ke Abu Tours Yogya untuk menghentikan pendaftaran (umrah). Tetapi mereka tidak meminta untuk dihentikan operasionalnya,” lanjut Fuad.

Selanjutnya, kata Fuad, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda DIY. Hasilnya pihak polda mengaku belum menerima laporan dari jamaah Abu Tours di Yogya. Oleh karenanya, Polda DIY tidak mengambil langkah hukum apapun.

“Artinya secara proses hukum (di Polda DIY) belum ada karena belum (ada yang laporan). Karena pertimbangan jamaah mungkin berharap masih ingin uangnya kembali atau tetap diberangkatkan,” ucapnya.

Sementara dari hasil koordinasi terakhir dengan perwakilan Abu Tours Jateng, lanjut Fuad, pihak Abu Tours mengaku sampai bulan Maret ini masih memberangkatkan jamaah. Abu Tours Jateng sendiri hingga kini masih beroperasi.

“Beberapa poin yang disampaikan perwakilan Abu Tour Jateng bahwa terakhir mereka masih tetap memberangkatkan jamaah umrah sampai tanggal 12 Maret 2018. Tetapi dengan catatan membayar (tambahan) Rp 15 juta,” bebernya.

“Kemudian yang disampaikan ke kami, kalau jamaah (Abu Tours Yogya) ingin tetap berangkat maka akan diberangkatkan di awal musim 2019. Dari Oktober 2018 sampai awal Januari 2019,” lanjutnya.

Namun, kata Fuad, apa yang disampaikan perwakilan Abu Tours Jateng hanya janji lisan yang tidak memiliki kekuatan hukum tetap. Sementara perwakilan Abu Tours Jateng enggan membuat komitmen tertulis saat diminta LOD.

“Kami hanya butuh komitmen moral dan komitmen hukumnya untuk bisa meyakinkan kami bahwa betul akan sanggup memberangkatkan (jamaah) di bulan oktober sampai awal Januari. Tapi ternyata tidak bisa,” tuturnya.

Sementara salah satu jemaah yang mendaftar di Abu Tours dari Yogyakarta, Ikhwan menerangkan, pihaknya kesulitan berkomunikasi dengan pihak Abu Tour. Sampai saat ini pihaknya juga belum mendapatkan solusi apapun dari manajemen.

“Belum ada komunikasi. Karena memang terus terang komunikasi kita dengan Abu Tour terputus. Sampai saat ini mereka juga tidak membuka opsi (solusi ke jamaah) sampai sekarang ini,” terangnya.

Oleh sebab itu, Ikhwan berharap segera ada solusi konkret dari Abu Tours kepada jemaah yang belum diberangkatkan. Bila solusi dari tak kunjung datang, dia bersama korban lainnya mengancam akan melaporkan kasus ini ke Polda DIY.

Sebagai informasi, kasus ini mencuat saat ratusan jamaah umrah Abu Tours dari Yogya keberangkatannya ditunda. Ratusan jamaah yang sudah membayar Rp 15-18 juta ini terancam gagal berangkat karena tak ada komitmen dari Abu Tours.

“Saya sudah bayar sejak Bulan Mei 2017 dan dijanjikan berangkat pada awal tahun 2018. Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Bahkan menurut informasi ada 289 jamaah dari Yogyakarta yang bernasib sama (keberangkatannya ditunda),” pungkas dia.

LOD sendiri dalam waktu dekat akan menggelar kasus Abu Tours di Yogyakarta. Rencananya dalam gelar kasus ini akan dihadiri Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag dan pihak Abu Tours.

“Kami akan mengadakan gelar kasus pada Kamis (22/3) dengan Kemenag Pusat, Kanwil Kemenag DIY, Polda DIY dan pihak Abu Tours. Kemudian kita undang OJK dan LKY,” imbuh Fuad.

Fuad menerangkan, dalam gelar kasus tersebut pihaknya akan berupaya mencari penjelasan dari Kemenag, ke Abu Tours dan pihak-pihak terkait. Sebab, penundaan keberangkatan ratusan jemaah umrah Abu Tours jelas merugikan jamaah.

“Kami ingin ada penjelasan lebih maksimal dari Kemenag terkait khusus Abu Tours. Hasilnya tentu akan kami sampaikan setelah itu,” paparnya.

Namun gelar kasus yang rencananya dilaksanakan di Kantor BPD DIY ini akan berlangsung tertutup. Oleh sebab itu, pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih rinci terkait apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Tetapi yang pasti kami akan menanyakan model dan pengawasan (Kemenag) terhadap biro dan segala aktifitasnya. Karena kasus seperti ini (penundaan keberangkatan umrah) kerap terjadi,” pungkas dia.
(bgs/bgs)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *