Ahli Waris Tanah Keberatan Klarifikasi LOD

YOGYA, TRIBUN – Kuasa Hukum ahli waris tanah di Jalan Mas Suharto, Gemblakan Bawah Danurejan, Yogyakarta, keberatan atas langkah yang ditempuh Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY.

Dalam rilis yang disampaikan kepada Tribun Jogja, Senin (4/2), mereka keberatan atas klarifikasi yang dilakukan LOD ke beberapa pihak, terkait aduan penghuni kios piala di Jalan Mas Suharto beberapa waktu lalu.

Pihak ahli waris merasa tidak pernah diklarifikasi dan LOD dianggap hanya mengklarifikasi soal status tanah tersebut hanya kepada pedagang piala yang menempatinya dan BPN kota.

Selain merasa sebagai pihak yang tidak diklarifikasi, ahli waris melalui kuasa hukumnya, Jiwa Nugroho, menilai langkah LOD tidak sesuai kewenangannya. Maka, Jiwa pun mengancam akan melaporkan LOD ke penegak hukum dan gubernur.

Menurutnya, dalam menanggapi para pengadu, LOD telah melakukan malprosedur atau tidak sesuai Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2008 tentang Tata Kelola Lembaga Ombudsman Daerah.

Sebelumnya, tindakan LOD melakukan rangkaian pemeriksaan adalah untuk menanggapi aduan penghuni kios bersama ketua paguyuban, Waluyo. Mereka merasa akan digusur oleh ahli waris tanah yang mereka tempati. Padahal, penghuni kios meyakini lahan yang mereka tempati adalah tanah negara.

Seperti diketahui, BPN pada 1957 telah membebaskan tanah itu, namun pada 1980 BPN juga mengeluarkan sertifikat tanah seluas 1.860 meter persegi tersebut atas nama Thomas Ken Dharmastono dan beberapa lainnya sebagai ahli waris.

Karena penghuni kios menolak pindah, ahli waris melalui kuasa hukumnya melaporkan mereka ke Mapolresta Yogyakarta pada 4 Desember 2012 dengan tuduhan telah menyerobot tanah. Para penghuni kemudian mengadu kepada LOD, yang kemudian melakukan klarifikasi.

Langkah klarifikasi dalam rangka pengumpulan data oleh LOD untuk menanggapi pertanyaan penghuni kios belum sampai ke pihak ahli waris. Kuasa hukum ahli waris kemudian menilai LOD tidak melakukan klarifikasi. Hal itu juga pernah disampaikan Jiwa Nugroho saat jumpa pers, Rabu (30/1).

Saat itu, Jiwa menegaskan bahwa pengadu tidak memiliki legal standing atas kepemilikan tanah sehingga tidak berhak mengadu. Selain itu, tanah itu sah milik kliennya. Dijelaskan, pada 1937 kepemilikan masih berbentuk verponding. Pada 1989 dilakukan konversi menjadi setifikat atas nama Raden Nganten Redjopermono. Perubahan nama ke ahli waris dilakukan pada 1994.

Tetap Dilanjutkan

Komisioner Ketua Pokja Bidang Penanganan Laporan LOD DIY, Buyung Ridwan, membenarkan bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan upayanya klarifikasi ke pihak-pihak terkait. Dia juga mengakui telah mengirimkan surat penegasan untuk tidak berhenti mengumpulkan data sesuai pernyataan penghuni kios.

Saat dikonfirmasi pada Senin (4/2) petang, LOD bahkan tetap mengagendakan klarifikasi ke pihak ahli waris. “Namun jika pihak ahli waris akan melapor, silahkan dan itu hak mereka,” ujar Buyung.

Menurutnya, dia justru berterima kasih jika ahli waris melapor, agar lebih terbuka dan pihak ahli waris serta pengacaranya akan mengetahui kewenangan LOD yang sebenarnya.

Buyung menjelaskan, langkah yang ditempuhnya tidak salah. Semula pelapor datang karena mereka tidak mengetahui status tanah. Sementara, posisi mereka dianggap menyerobot milik ahli waris dan dilaporkan ke polisi. Atas pertanyaan mengenai status tanah itu, menurutnya, LOD harus menindaklanjutinya.

“Maka informasi yang diminta penghuni kios harus kami penuhi. Caranya, ya klarifikasi dengan berbagai pihak. Kalau tidak kami penuhi, malah kami salah karena tidak menjalankan kewenangan kami,” kata Buyung.

Ditegaskannya, jika pihak ahli waris yang bertanya pun LOD akan selalu berusaha menjawab. Sejauh ini, Buyung menilai statemen kuasa hukum ahli waris tidak logis. Pasalnya, satu sisi kuasa hukum memprotes dan meminta agar diklarifikasi, di sisi lain meminta LOD berhenti melakukan proses klarifikasi. “Klarifikasi kamu lakukan dalam kerangka memenuhi pertanyaan pelapor,” katanya. (ose)

Sumber: Tribun Jogja Selasa, 5 Februari 2013 Halaman 11

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *