Ada Biro Umroh Praktikkan Subdisi Silang

Byrespon.id
Posted on March 20, 2018

RESPON, JOGJA – “Bisnis umroh” dengan cara memutar uang hasil setoran dari para calon jamaah umroh masih terjadi. Lembaga Ombudsman (LO) DIY menemukan adanya praktik ponzi dari calon jamaah umroh oleh PT Amanah Bersama Umat (ABU) Tour. Ponzi merupakan penggunaan dana segar dari nasabah baru untuk pembayaran nasabah lama.

“Jadi ada subsidi silang, seperti (sebelumnya ada) kasus First Travel,” kata Komisioner LO DIY Fuad saat melakukan klarifikasi aduan para jamaah umroh di kantor LO DIY, Senin (19/3).

Kasus ‘bisnis Ibadah’ tersebut mencuat setelah para jamaah umroh Abu Tour gagal berangkat sesuai dijanjikan pada tanggal 2 Maret, lalu. ‘Setelah menerima lapora kami pun kemudian melayangkan surat ke kantor pusat Abu Tour di Makassar,” katanya.

Kemudian pihak Abu Tour mengirimkan perwakilan di Jawa Tengah untuk melakukan klarifikasi kepada LO DIY, pekan lalu. Dari hasil klarifikasi itu, pihak Abu Tour mengaku jika uang yang disetorkan para jamaah umroh di DIY justru digunakan untuk memberangkatkan jamaah daerah lain. “Jawaban mereka begitu saat kita tanya,” ucap dia.

Rombongan jamaah umroh dari DIY ada 289 jamaah yang belum diberangkatkan, sebanyak 127 orang diantaranya seharusnya berangkat pada bulan Januari – Februari, lalu. Pihak Abu Tour berdalih belum berangkatnya para jamaah karena alasan kendala maskapai dan pemerintah Arab Saudi. “Itu pengakuan maupun penjelasan mereka saat kita klarifikasi,” katanya.

Apesnya lagi saat diklarifikasi setoran uang yang masih tersisa dari jamaah umroh, mereka mengaku jika rekening perusahaan saat ini dalam kondisi kosong sehingga tidak akan mampu memberangkatkan jamaah dalam waktu dekat. Mereka menjanjikan tetap akan memberangkatkan jamaah pada Oktober mendatang hingga 2019 mendatang. Namun saat didesak LO DIY untuk membuat surat penyataan kesanggupan pemberanhkatan, mereka tidak berani. “Rekening sudah kosong, diberangkatkan dengan apa,” kata Fuad. (respon)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *