ABY Desak Pemberian Pesangon Naban Pensiun

ABY Desak Pemberian Pesangon Naban Pensiun

Agus Sigit | Jumat, 27 Juni 2014

YOGYA (KRjogja.com) – Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) kini menyoroti persoalan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang berstatus tenaga bantuan (naban) maupun tenaga honorer. Pasalnya, naban Pemkot yang sudah memasuki masa pensiun ternyata tidak mendapatkan pesangon atau tali asih.

Hal itu diungkapkan Sekjend ABY, Kirnadi saat melakukan audiensi dengan Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (27/6/2014). Kirnadi mengaku, pihaknya saat ini tengah mendampingi 10 naban Pemkot yang sebagian besar mengabdi di Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil). “Mereka sudah pensiun pada akhir 2012 lalu. Tapi kenapa tidak memperoleh pesangon maupun tali asih,” terangnya.

Kirnadi menambahkan, persoalan itu pernah ia bawa ke Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) pada 2013 lalu. Rekomendasi dari LOD waktu itu ialah memerintahkan Pemkot untuk membayarkan pesangon kepada naban yang sudah pensiun tersebut. “Masa kerjanya sudah puluhan tahun. Kenapa Pemkot tidak memberikan penghargaan atas kinerjanya,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta, Toto Suroto menjelaskan, berdasarkan Perwal 3/2008 tentang Pengaturan Naban di Pemkot Yogyakarta, memang diatur pemberian tali asih bagi naban yang pensiun. Namun per 20 Desember 2012, kebijakan itu sudah tidak berlaku seiring dengan terbitnya Perwal 79/2012 yang meniadakan pemberian pesangon bagi naban.

Selain itu, Toto juga membenarkan pernah mendapat tembusan dari LOD terkait pesangon naban. Tapi hanya satu pegawai yang berasal dari Dinas Kimpraswil. “Pesangon itu pun dibayarkan oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah) karena saat dilakukan dicek, yang bersangkutan resmi pensiun pada Oktober 2012 dan belum diberlakukan perwal yang baru,” paparnya.

Sedangkan Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Chang Wendryanto mengaku akan menindaklanjuti aduan dari ABY tersebut. Sejumlah pihak baik dari Kimpraswil, BKD maupun Inspektorat akan segera dipanggil guna kepentingan klarifikasi. (R-9)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *