11 Aduan Masuk LOD, Kabupaten Bantul Terbanyak

YOGYAKARTA – Sedikitnya 11 aduan masuk ke meja Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY. Dari jumlah itu, lebih mayoritas aduan dari Kabupaten Bantul yakni mencapai sembilan aduan. Sedangkan dua aduan sisanya berada di Yogyakarta.

Asisten Penanganan Laporan LOD, Dhenok Panuntun, mengatakan aduan yang masuk terutama dari Bantul hampir semuanya berkaitan dengan dunia pendidikan. Aduan masih berkutat seputar pungutan dan penahanan ijazah siswa oleh pihak sekolah. Sebagian aduan masih belum diketahui secara detail karena laporan yang masuk masih belum lengkap. “Misalnya, ada aduan soal penahanan ijazah, tapi belum jelas namanya siapa, sekolahnya mana, dan seterusnya.

Masih lumayan banyak yang belum lengkap,” ujar Dhenok kemarin. Tahun lalu ada empat kasus serupa yang juga muncul di Bantul. Kasus itu ternyata kembali muncul tahun ini. Kasus juga terjadi hampir di semua jenjang pendidikan mulai SD, SMP, hingga SMK. Tim dari LOD sudah melakukan investigasi lapangan. “Untuk kasus di Bantul ini memang rencananya akan diproses sistemik, secara bersamaan,” katanya. Ketua LOD DIY Ratna Mustika Sari mengatakan, kasus berupa pungutan dan penahanan ijazah menjadi dua kasus yang terus berulang.

Untuk kasus pungutan diperlukan regulasi yang lebih tegas dan spesifik agar tidak ada pungutan kepada orang tua siswa. Terkait penahanan ijazah juga disebabkan tidak adanya regulasi yang tegas melarang tindakan tersebut. Secara lisan, Kepala Disdikpora menyebut penahanan ijazah tidak boleh dilakukan. Realitanya, di tataran praktis masih terus terjadi karena tidak ada regulasi yang mengikat. Sodik

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *